Bermain, bercanda, dan tertawa saat berkumpul bersama teman merupakan pengalaman tak akan terlupakan dari benak kita. Suasana seperti itulah yang dirasakan oleh teman-teman kelas 6 pada saat retret yang diselenggarakan di Padepokan Bukit Kehidupan,Gadog,Bogor. Retret yang terlaksana pada tanggal 8 sampai 12 Oktober 2012, dibimbing oleh Suster Cellyn PIJ dan Suster Albertha PIJ. dengan tema: “Saya bisa karena dicintai Tuhan”.
Pada hari kedua, permainan jejak buaya, sepak bola dengan kaca mata
kuda, dan roda gila menimbulkan sorak-sorai, membahana memecah kesunyian
alam. Semua peserta retret hanyut dalam kegembiraan sehingga tak
merasakan lagi pegalnya badan dan penatnya tubuh.
Pada malam kedua,
bayangan ayah dan ibu serta saudara hadir dalam senyap malam ketika
pembimbing mengajak berefleksi mengingat perjuangan bunda dan
pengorbanan ayah. Tangisan haru menggema dalam senyap malam di Padepokan
Bukit kehidupan.
Di hari ketiga, rasa cinta kepada ayah dan bunda tergores dalam sepucuk surat cinta. Di atas lembar kertas putih terlahir janji dari seorang anak kepada Ayah dan Bunda:” Ayah…Bunda, aku akan membalas cintamu dengan menuruti segala nasihatmu, serta selalu rajin dan tekun belajar”. (Her)
Di hari ketiga, rasa cinta kepada ayah dan bunda tergores dalam sepucuk surat cinta. Di atas lembar kertas putih terlahir janji dari seorang anak kepada Ayah dan Bunda:” Ayah…Bunda, aku akan membalas cintamu dengan menuruti segala nasihatmu, serta selalu rajin dan tekun belajar”. (Her)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar